dalam diam
ada pelangi dari mozaik air muka yang senantiasa membayang di mata
ada sinar mata yang cahayanya menusuk jutaan poripori tubuhku menegakkan bulubulunya
ada senyum yang sedikit sunggingnya sungguh, sanggup menghentikan waktu
ada gerak yang walau diam selalu menari nari di panggung bercahaya
ada suara yang lamat lamat mengunyah renyah telinga
dalam diam
ada ragu lalu membiru membilu tak lalu menjadi sedu
ada acuh yang sanggup membunuh
ada canda yang tak kumengerti apa yang membuatnya tertawa
ada jarak yang berbilang langit dengan bumi
dalam diam
dia bertahan
hingga waktu bersaksi
bahwa diam tak selalu emas
Manado, 8 Mei 2010
Tidak ada komentar:
Posting Komentar