Tali sutra membelengguku
Dipintal dari jurang kelam jiwa kegelapan
Halus menyentuh raga
Kuat mengikat bak rantai raksasa
Tali sutra disandangkan
Pilin memilin dalam rajutan busana raga
Menutupi untuk memberikan esensi insan
Agar sempurna dikata kalam
Tali sutra dilekatkan
Pada bisikan bisikan samar namun tegas
Yang mengajak menikmati keindahan baju nestapa
Untuk busana pesta kelam jiwa kegelapan
Tali sutra sungguh indah
Setelah dicuci pada air mendidih hakiki hidup
Dipintal oleh tangan tangan dalam riyadah hati
Menjadi tali titian kaki pencari
Tali sutra musnahlah sudah
Hilang menguap raga tertanah
Menjadi layar putih perjalanan
Yang bercerita jujur sang pemilik raga
Manado, 1 Agustus 2009
Rabu, 09 Februari 2011
Taman Surga
Melingkar
Bertautan
Terpejam
Berbisu
Hening
Khidmat
Berdetak
Berucap
Resapi
Agung
Tenggelam
Serempak
Khusyuk
Berhampiran
Terbuka
Cahay
Damai
Oh TAMAN SURGA
Manado, 28 Juli 2009
Bertautan
Terpejam
Berbisu
Hening
Khidmat
Berdetak
Berucap
Resapi
Agung
Tenggelam
Serempak
Khusyuk
Berhampiran
Terbuka
Cahay
Damai
Oh TAMAN SURGA
Manado, 28 Juli 2009
ode to parkiran FE
pagi itu masih mengantuk, namun aku telah selesai bersiap
hari itu ada mata kuliah ekonomi makro
tidak begitu laju FR-80 kupacu dan ternyata motor itu tidak bisa laju.. hehehehe
entah antusias atau malas pagi itu kuberangkat kuliah
parkiran tidak begitu penuh karena memang masih pagi
kunaiki motor menuju areal tertentu di parkiran itu, tidak ada selain gerombolan “mbaurekso” yang mau menempati areal itu
ada motor itok, lek yon, imot, brewok, tapir, mac, didi dodo
sambutan selamat datang yang khas menyapa kedatangan
cerita di malam hari dan hari lalu menjadi lebih ceria pada pagi itu
tertawa lepas, “nyacat”, dan pandangan nakal ke mahasiswi terlebih maba menjadi ramuan sempurna di pagi hari.
Waktu berjalan cepat hingga jam sudah masuk waktu pelajaran
Perjalanan dari parkiran ke ruang kuliah masih bergerombol dan penuh bahana tawa
Di teras ruang kuliah sudah persetan dengan segala materi kuliah
Ternyata... dosen tidak datang... kembali parkiran menjadi ramai
Memberi hiburan bagi mereka di dalam kelas
Walau kami sering dianggap kasar namun respect selalu kami pegang
“PARKIRAN FAKULTAS EKONOMI” memberi warna perjalanan hidup
Disitu kami saling mengisi dan berbagi mendukung dan bersatu
RAKSASA KAPITALIS mulai memasuki areal parkir ditahun-tahun ke-2 ke-3
Hempasannya begitu sungguh kuat memburaikan kami
“mbaurekso” harus bubar demi keadaan
Parkiran semakin hari semakin tertutupi gedung-gedung mewah kampus
"cok .. yok opo kabarmu rek.."
sekarang makian ini semakin mahal terlebih diliputi kemunafikan
teman... semangat parkiran semoga masih membara di hati kalian
walau jauh tapi kita sudah dewasa untuk menghantarkan semangat itu pada setiap kita semua
menghantarkan hakikat kebersamaan dan kesederhaan
yang dulu hilang di injak-injak agressor kapitalis di parkiran kita
AYO REK.. OJOK MUNTHUG THOK..
Manado, 28 Juli 2009
hari itu ada mata kuliah ekonomi makro
tidak begitu laju FR-80 kupacu dan ternyata motor itu tidak bisa laju.. hehehehe
entah antusias atau malas pagi itu kuberangkat kuliah
parkiran tidak begitu penuh karena memang masih pagi
kunaiki motor menuju areal tertentu di parkiran itu, tidak ada selain gerombolan “mbaurekso” yang mau menempati areal itu
ada motor itok, lek yon, imot, brewok, tapir, mac, didi dodo
sambutan selamat datang yang khas menyapa kedatangan
cerita di malam hari dan hari lalu menjadi lebih ceria pada pagi itu
tertawa lepas, “nyacat”, dan pandangan nakal ke mahasiswi terlebih maba menjadi ramuan sempurna di pagi hari.
Waktu berjalan cepat hingga jam sudah masuk waktu pelajaran
Perjalanan dari parkiran ke ruang kuliah masih bergerombol dan penuh bahana tawa
Di teras ruang kuliah sudah persetan dengan segala materi kuliah
Ternyata... dosen tidak datang... kembali parkiran menjadi ramai
Memberi hiburan bagi mereka di dalam kelas
Walau kami sering dianggap kasar namun respect selalu kami pegang
“PARKIRAN FAKULTAS EKONOMI” memberi warna perjalanan hidup
Disitu kami saling mengisi dan berbagi mendukung dan bersatu
RAKSASA KAPITALIS mulai memasuki areal parkir ditahun-tahun ke-2 ke-3
Hempasannya begitu sungguh kuat memburaikan kami
“mbaurekso” harus bubar demi keadaan
Parkiran semakin hari semakin tertutupi gedung-gedung mewah kampus
"cok .. yok opo kabarmu rek.."
sekarang makian ini semakin mahal terlebih diliputi kemunafikan
teman... semangat parkiran semoga masih membara di hati kalian
walau jauh tapi kita sudah dewasa untuk menghantarkan semangat itu pada setiap kita semua
menghantarkan hakikat kebersamaan dan kesederhaan
yang dulu hilang di injak-injak agressor kapitalis di parkiran kita
AYO REK.. OJOK MUNTHUG THOK..
Manado, 28 Juli 2009
sobat
Sobat
aku tahu kita menjalani kehidupan yang keras
hiruk pikuk kita sehari-hari pasti membuat kita terhempas
bahkan tidak hanya satu yang mungkin telah terhempas
sobat
walau aku jauh disini sedang kau disana
semoga harmoni rasta bisa kau rasa
simbol-simbolnya harus usang bagi kita
sobat
dalam kerasnya kehidupan kita
terima aku sebagaimana kita dulu bersama
buanglah simbol-simbol penghalang dunia
sobat
If you know your history,
Then you would know where you coming from,
Then you wouldnt have to ask me,
Who the heck do you think I am.
sobat
berbahagialah kita semua, berdoalah
Manado, 28 Juli 2009
aku tahu kita menjalani kehidupan yang keras
hiruk pikuk kita sehari-hari pasti membuat kita terhempas
bahkan tidak hanya satu yang mungkin telah terhempas
sobat
walau aku jauh disini sedang kau disana
semoga harmoni rasta bisa kau rasa
simbol-simbolnya harus usang bagi kita
sobat
dalam kerasnya kehidupan kita
terima aku sebagaimana kita dulu bersama
buanglah simbol-simbol penghalang dunia
sobat
If you know your history,
Then you would know where you coming from,
Then you wouldnt have to ask me,
Who the heck do you think I am.
sobat
berbahagialah kita semua, berdoalah
Manado, 28 Juli 2009
mencari fana
Bertemu pagi berkawan malam
Walau pagi selalu menemani
malam selalu menghadang
Pagi ini horizon itu masih disana
Tak juga menjauh tak juga mendekat
Malam menghadang pada horizon itu
Tak juga menjauh tak juga mendekat
Seakan berjalan ditempat mengejar kesia-siaan
Memutarinya bertemu lagi di titik awal
Wahai pemilik pagi dan malam
Hantarkan aku dimana pagi dan malam ditenggelamkan
Ajarkan rahasianya
Agar tak lagi kucari sia-sia dalam fana
Walau pagi selalu menemani
malam selalu menghadang
Pagi ini horizon itu masih disana
Tak juga menjauh tak juga mendekat
Malam menghadang pada horizon itu
Tak juga menjauh tak juga mendekat
Seakan berjalan ditempat mengejar kesia-siaan
Memutarinya bertemu lagi di titik awal
Wahai pemilik pagi dan malam
Hantarkan aku dimana pagi dan malam ditenggelamkan
Ajarkan rahasianya
Agar tak lagi kucari sia-sia dalam fana
lelah
Kepada otot-otot yang membalut tulang dari kedinginan
Kepada darah yang mengalir mengirimkan udara keseluruh tubuh
Kepada tulang-tulang yang menyanggah demi tegak dan berjalan
Kepada saluran pencernaan yang mensupply tenaga
Kepada mata, telinga, yang menjadi mercu suar
Kepada otak, yang mengatur seluruhnya
Jika engkau bagian dari aku
Maka turuti kata hatiku yang sedang berzikir
Bermakmumlah padanya
Sesungguhnya kalian adalah tidak berarti
Hanya penat, lelah, dan keterpurukan yang selalu kalian berikan
Turuti ini maka kau berarti
Manado, 23 Juli 2009
Kepada darah yang mengalir mengirimkan udara keseluruh tubuh
Kepada tulang-tulang yang menyanggah demi tegak dan berjalan
Kepada saluran pencernaan yang mensupply tenaga
Kepada mata, telinga, yang menjadi mercu suar
Kepada otak, yang mengatur seluruhnya
Jika engkau bagian dari aku
Maka turuti kata hatiku yang sedang berzikir
Bermakmumlah padanya
Sesungguhnya kalian adalah tidak berarti
Hanya penat, lelah, dan keterpurukan yang selalu kalian berikan
Turuti ini maka kau berarti
Manado, 23 Juli 2009
sendiri
Kulantunkan sajak kesendirian
Bercerita tentang sepinya cadas yang dihantam ombak.
Bernyanyikan seruling burung malam yang terselimuti kelam.
Dihalaman luas pasir palung laut dalam.
Kutuliskan sajak ini dalam langkah langkah gontai ditengah keramaian.
Ketika sekeliling bagai asing mengurungku.
Walau ramai badan merasa
Namun sunyi hati sendirian
Manado, 20 Juli 2009
Bercerita tentang sepinya cadas yang dihantam ombak.
Bernyanyikan seruling burung malam yang terselimuti kelam.
Dihalaman luas pasir palung laut dalam.
Kutuliskan sajak ini dalam langkah langkah gontai ditengah keramaian.
Ketika sekeliling bagai asing mengurungku.
Walau ramai badan merasa
Namun sunyi hati sendirian
Manado, 20 Juli 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
