Birokrasi Indonesia dilahirkan dari
Perut buncit, mulut ngah ngoh, tangan nggladhik,
Yang bersekongkol dengan syahwat paha mulus dan senyum nakal,
Menggunting dalam lipatan nurani bersih
Yang berkedok safari, dasi licin, parfum wangi, belahan dada blaser, dan rok mini setinggi jengkal di atas dengkul
Yang mencokok hidung mereka sendiri mengikuti jalan itu itu lagi
Jalan kebenaran tuhan modal
Mereka pintar mendebat dengan ilmunya
Mereka tangguh bertahan dengan regulasinya
Mereka tenang melakukan itu dalam kesejukan AC kantor mereka
Sementara jutaan kubik liur perahan mereka
Dialirkan ke pipa pipa AC mereka
Jangan kamu mendebat , percuma!
Nampak goblok kamu kalau mendebat
Kenapa, karena kalian mendebat golongan goblok
Yang membengkokkan pengetahuan lurus menjadi senjata terhunus
Menusuk halangan sosial dan jargon ketidakadilan lawan mereka
Cakrawala ufuk timur Indonesia harapan datangnya fajar kemegahan
Membasuh peluh kesusahan anak anaknya
Cahayanya memburatkan warna merah semangat baharu
Tunas muda mulai berbunga menunggu berbuah untuk dipetik
Hanya sayang tunas tunas mulai nampak tumbuh liar di kafe kafe remang jalanan
Membahas tugas kuliah sambil mendiskusikan tentang enaknya vodka
Tangan kanan memegang mouse tangan kiri di tetek pacarnya
Karena bius budaya adi kacung mancanegara telah disebarkan
Aku memaki kali ini biarlah dosa mulut ini kutanggung
Siapa tahu pahala dialirkan kepada birokrat eksekutif dan anak muda itu
Sehingga Tuhan menampar mereka dari mimpi mimpi mereka
Manado, 26 Agustus 2009
Kamis, 31 Maret 2011
Aku Hadir
Aku hadir dengan cinta
walau tahu mungkin tidak pantas bagimu
Pelangi begitu mempesona diantar gerimis
Berdiri sembunyi dibalik biru gunung gunung
Temaram surya memberikan cerah hijau dedaunan
yang nampak kilau basahnya sejuk
semua hanya menjadi lukisan indah
dalam putih tulus kanvas hati pelukis kesepian
lalu dibingkainya dengan kegundahan
Aku hadir dengan cinta
Walau tahu dari jauh kau tutup pintumu
Manado, 25 Agustus 2009
walau tahu mungkin tidak pantas bagimu
Pelangi begitu mempesona diantar gerimis
Berdiri sembunyi dibalik biru gunung gunung
Temaram surya memberikan cerah hijau dedaunan
yang nampak kilau basahnya sejuk
semua hanya menjadi lukisan indah
dalam putih tulus kanvas hati pelukis kesepian
lalu dibingkainya dengan kegundahan
Aku hadir dengan cinta
Walau tahu dari jauh kau tutup pintumu
Manado, 25 Agustus 2009
Senjakala
Senjakala tidak berbohong
tentang kelelahan bunga bunga
dan burung burung pagi
Diajaknya semua beristirahat
bersama guguran daun kering
yang turun lembut dengan kekalahan
Aku adalah bumi yang mengambil hikmah
cerita senjakala
Adalah tanah untuk tumbuhnya keceriaan
pagi hari
Manado, 22 Agustus 2009
tentang kelelahan bunga bunga
dan burung burung pagi
Diajaknya semua beristirahat
bersama guguran daun kering
yang turun lembut dengan kekalahan
Aku adalah bumi yang mengambil hikmah
cerita senjakala
Adalah tanah untuk tumbuhnya keceriaan
pagi hari
Manado, 22 Agustus 2009
Batu dan Mata Air
Diresapkannya setiap tetesan
kedalam pori pori
Yang mengucur pasti dari celah cadas
Dikenakannya lumut melawan dingin
Tergesa air menyusulnya
Menyadari kedatangannya selama ini membuat hancur
Menjadikan batu
pasir di lautan
Manado, 21 Agustus 2009
kedalam pori pori
Yang mengucur pasti dari celah cadas
Dikenakannya lumut melawan dingin
Tergesa air menyusulnya
Menyadari kedatangannya selama ini membuat hancur
Menjadikan batu
pasir di lautan
Manado, 21 Agustus 2009
Kupu-Kupu Pagi Hari
Kupu-kupu pagi hari memasuki ruang kamarku
Setelah kubuka jendela untuk menyambut pagi
Diantar cahaya hangat dan sinar terang
Kupu-kupu berkelana di dalam kamar
Kedatangannya mengisi kamar kosong berantakan
Tak lama kupu-kupu akan terjatuh pada lantai dingin
Diantar semut-semut yang rela mengangkatnya
Menuju pada akhir keindahannya terbenam di tanah
Manado, 20 Agustus 2009
Setelah kubuka jendela untuk menyambut pagi
Diantar cahaya hangat dan sinar terang
Kupu-kupu berkelana di dalam kamar
Kedatangannya mengisi kamar kosong berantakan
Tak lama kupu-kupu akan terjatuh pada lantai dingin
Diantar semut-semut yang rela mengangkatnya
Menuju pada akhir keindahannya terbenam di tanah
Manado, 20 Agustus 2009
NAK
nak,
Bagaimana kabarmu disana
Semoga Tuhan selalu melindungimu dengan sehat dan sejahtera
Tidak sakit seperti pejabat yang sakit
Mereka sangat mampu berobat ke rumah sakit
Tidak seperti bapakmu yang selalu was was
Jika harus mengantarmu ke rumah sakit
Hanya saja pejabat itu tidak tahu betapa banyak
Yang senasib dengan kita
Manado, 19 Agustus 2009
Bagaimana kabarmu disana
Semoga Tuhan selalu melindungimu dengan sehat dan sejahtera
Tidak sakit seperti pejabat yang sakit
Mereka sangat mampu berobat ke rumah sakit
Tidak seperti bapakmu yang selalu was was
Jika harus mengantarmu ke rumah sakit
Hanya saja pejabat itu tidak tahu betapa banyak
Yang senasib dengan kita
Manado, 19 Agustus 2009
kau semakin jauh
Sudah rasa ini terkekang
Sudah rindu ini terabaikan
Kunikmati saja kesakitan ini
Biarlah semua terjadi
Jauh jurang harus didekatkan
Tinggi langit harus didaki
Walau mungkin dijalani
Tak mungkin matahari terbit dari barat
Kenyataan harus kuterima
Tunas ini tidak boleh menjadi kelapa
Biarkan hujan deras turun
Mengikis tanah kering membawanya ke lautan
Manado, 19 Agustus 2009
Sudah rindu ini terabaikan
Kunikmati saja kesakitan ini
Biarlah semua terjadi
Jauh jurang harus didekatkan
Tinggi langit harus didaki
Walau mungkin dijalani
Tak mungkin matahari terbit dari barat
Kenyataan harus kuterima
Tunas ini tidak boleh menjadi kelapa
Biarkan hujan deras turun
Mengikis tanah kering membawanya ke lautan
Manado, 19 Agustus 2009
Langganan:
Postingan (Atom)